pharmaceutical factory equipment mixing tank on production line in pharmacy industry manufacture factory

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang memfokuskan untuk membangun industri farmasi di Indonesia yang mandiri. Pemerintah menghendaki demikian dikarenakan masih banyaknya bahan baku obat yang digunakan oleh masyarakat berasal dari produk impor. Muhammad Khayam, Direktur Industri Kimia Hulu Kemenparin, menjelaskan bahwa sampai saat ini 90% dari kebutuhan bahan baku obat masih dipenuhi dengan cara impor. Meskipun beberapa pelaku industri farmasi dalam negeri mampu membuat obat parasetamol, amoxicilin, ampicilin dan bahan bakunya, usaha ini tetap disebut tidak ekonomis.

Kemenperin yang tengah membangun industri farmasi mempunyai alasan yang kuat mengapa Indonesia butuh mandiri dalam hal bahan baku obat. Data menunjukan industri farmasi turut berkembang hingga Rp37,53 T per 2010. Angka tersebut merupakan akumulasi dari pasar obat ethical atau obat resep sebesar Rp19,22 T dan pasar obat over the counter (OTC) sebesar Rp14,74 T. Angka ini diprediki dapat meningkat dengan signifikan apabila Indonesia telah memiliki industri bahan baku obat sendiri. Hal ini memberikan harapan kepada pemerintah untuk terus menggarap keuntungan dari industri farmasi.

Kendala yang dihadapi oleh pengusaha maupun pemerintah adalah modal atau dana usaha yang dibutuhkan sangat besar. Industri farmasi adalah industri yang membutuhkan dana riset dan pengembangan yang sangat besar dibandingkan dengan industri sektor lain. Material dasar untuk membuat bahan baku pun juga masih mengimpor. Pemerintah melalui insentif fiskalnya seperti tax allowance dan tax holiday terus memicu perusahaan farmasi untuk membuat pabrik bahan baku sendiri. Usaha lain yang dilakukan pemerintah adalah penamanan pendidikan dan pelatihan vokasi demi meningkatkan kompetensi tenaga kerja yang lebih baik.

Pemerintah mengapresiasi untuk industri farmasi yang berani membangun pabrik bahan bakunya sendiri, contohnya adalah PT Ethica Industri Farmasi yang tengah membangun pabrik obat injeksi steril. Dana yang digelontorkan pun mencapai Rp1 T untuk pabrik dan kebutuhan lainnya. Harapannya, Indonesia dapat menguasai pasar obat injeksi steril di Asia Tenggara. Kementerian Kesehatan juga berharap dengan adanya industri farmasi yang mandiri akan mendukung terwujudnya Universal Health Coverage yang ditargetkan pada tahun 2019.

Sumber Foto
https://thumb9.shutterstock.com

 

Referensi

Kemenperin: Industri Farmasi Indonesia Tumbuh Rp37 T. (2018). Kemenperin.go.id. Diakses 9 Januari 2018, dari http://www.kemenperin.go.id/artikel/1420/Industri-Farmasi-Indonesia-Tumbuh-

Kemenperin: Menuju Kemandirian Industri Farmasi. (2018). Kemenperin.go.id. Diakses 9 Januari 2018, dari http://www.kemenperin.go.id/artikel/11462/Menuju-Kemandirian-Industri-Farmasi

Kurniawan, A. (2018). Kemenperin Perdalam Struktur Industri Farmasi NasionalSINDOnews.com. Diakses 9 Januari 2018, dari https://ekbis.sindonews.com/read/1260083/34/kemenperin-perdalam-struktur-industri-farmasi-nasional-1511450681

 

Departemen Kajian & Aksi Strategis
BEM FF UI 2018
#BersamaBerdedikasi

Tags:

Comments are closed